Bukan ancaman dibakar hidup-hidup yang saya inginkan, tapi kemajuan Sulbar






Sulawesi Barat adalah provinsi yang baru saja diresmikan pada tahun 2004. Sebagai sebuah provinsi baru tentu saja Sulbar masih banyak membutuhkan program percepatan ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Program Bangun Mandar adalah salah satu program yang dicanangkan pemerintah untuk itu. Inisiasi program tersebut telah dimulai sejak 2010. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat miskin pedesaan dengan menstimulus produk-produk unggulan desa menuju desa mandiri. Setidaknya 66 Desa di Sulbar akan mendapat program ini.

Sayangnya, saya dan beberapa teman se-organisasi menemukan dugaan korupsi atas program tersebut. Pada 5 Juli 2013 , saya melaporkan dugaan kasus korupsi tersebut ke Polres Mamuju – Sulbar dengan harapan polisi akan memanggil pejabat yang menangani kasus tersebut. Kasus yang saya laporkan adalah dugaan korupsi atas Program Pengembangan Lemabag Ekonomi Pedesaan dan Program Bangun Mandar tahun 2012. Pejabat terkait adalah Mulyadi Bintaha yang pada saat itu menjabat sebagai kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD).

Alih-alih mendapat kejelasan tentang kasus tersebut, justru ancaman dan intimidasi yang saya terima. Pada 4 Agustus 2013 sekitar tengah malam sekelompok laki-laki yang mengaku kerabat dari Mulyadi mendatangi sekretariat Pembebasan di Jalan Kelapa No.2 Mamuju. Salah seorang dari mereka masuk. Dengan suara lantang, orang tersebut menanyakan keberadaan saya. Karena tidak mendapati saya di sekret, mereka memaksa meminta no handphone saya kepada teman-teman. Setelah menerima sms dari mereka, saya memberitahukan lokasi palsu. Tentu saja mereka tidak menemukan saya. Namun setelah itu mereka kembali ke sekret dan justru memberikan ancaman kepada kami (PEMBEBASAN) untuk mencabut laporan dugaan kasus korupsi di kepolisian. Jika tidak dan salah satu dari mereka berhasil menemukan saya maka akan langsung membakar saya hidup-hidup. Jika dalam 2 atau 3 hari saya tidak menemui mereka dan meminta maaf atas laporan dugaan korupsi maka mereka akan membuat sekretariat Pembebasan sebagai sasaran amukan. Keesokan hari, yaitu 5 Agustus 2013 saya telah melaporkan tindakan intimidasi tersebut ke Polres Mamuju. Selain membuat pelaporan ke Polres, saya juga telah membuat pengaduan ke LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

Bukan ancaman dibakar hidup-hidup yang saya inginkan, melainkan kemajuan pembangunan di Sulawesi Barat. Tolong bantu saya untuk menandatangani petisi ini dan mendesak Polres Mamuju untuk melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku korupsi. Saya juga ingin mendesak pihak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memproses kasus dugaan korupsi di Sulawesi Barat.
Terima kasih,
Bathola


Berikan dukungan Melalui Petisi

http://www.change.org/id/petisi/bukan-ancaman-dibakar-hidup-hidup-yang-saya-inginkan-tapi-kemajuan-sulbar

0 Response to "Bukan ancaman dibakar hidup-hidup yang saya inginkan, tapi kemajuan Sulbar "

Posting Komentar

wdcfawqafwef